Jauhar Nafis, anakku…

Tak terasa sudah hampir 2 tahun umurmu. Masih teringat jelas tangisan pertamamu setelah kau lahir dari rahim ibumu, Susi Lastianingsih. Kau dijaga 5 bidan pada waktu itu. Alhamdulillah lho dik, kamu dikelilingi para bidan. Ibumu bidan, Simbah Ibu (Mbah ‘U-Bu Bidan Desa) yang punya polindes juga punya banyak bidan. Bapak sich seneng saja, tapi geter juga nunggu proses kelahiranmu. Begitu kau lahir langsung deh digendong mBah Jiyem, kamu masih basah terus dikemuli pake jarit.

Lahir Merapi meletus, Puput pusar Jogja digempur gempa

Hampir 3 hari kau di Boyolali kota yang dingin sekali. Saat itu Gunung Merapi terlihat jelas sedang siap-siap memuntahkan muatannya. Batuknya gunung ini menjadi berita utama nasional lho. Setelah puas di Boyolali, kamu dan rombongan (bunda, Simbah Sri Pemalang dan Simbah Bud Magelang) bapak angkat deh ke Solo, tepatnya di Gonilan. Tak berapa lama mBah Kung Pemalang juga datang. Yang jadi kenangan, pada waktu itu terjadi GEMPA JOGJA pada tanggal 26 Mei 2006 yang pas seminggu umur kamu di dunia disertai dengan PUPUTnya pusarmu. Waktu itu bapak lagi nyuci, bunda dan Mbah Ti masak, dan Mbah Kung diluar ngobrol sama tetangga. Saat ada suara seperti pesawat terbang dan bumi bergoyang, kami-kami kebingungan da bertanya-tanya ADA APA INI? Bapak pegangan tangga, Bunda & mBah TI berjatuhan, hanya mBah Kung yang langsung lari menuju kamarmu, langsung angkat kamu keluar yang lain dibiarin di dalam. Alhamdulillah di tempat kita tidak ada apa-apa. Sampai diluar orang-orang sudah ramai. Kamipun juga sambil melihat keadaanmu tubuhmu. Setelah diteliti, Alhamdulillah, tak terasa pusar kamu sudah puput dalam gendongan Mbah Kung. Tanpa banyak omong, puput-mu dimakan mBah Kung lho dik. Kok bisa ya, sampai sekarang saja Bapak ndak tahu biar apa.

Bulan-bulan bersamamu sungguh momen yang tak pernah dilupa. Dari belajar duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan masih bapak-bunda ingat terus. Kini kau sudah lari-lari sampai-sampai bapak-bunda cape ngejar kamu. Cape dimalam hari, cebokin kamu, diompoli kamu, serasa hilang kesel bapak-bunda bila melihat wajah kamu yang lucu. Dimarahi malah tertawa, diberitahu pura-pura nggak denger. Beda dengan sekarang. Kini kau sudah sekolah di PBIT Nur Hidayah. Dinasehati bilang IYA dan dilaksanakan. Dimarahi, diiiiaaaaam saja, sambil pasang muka memelas. Lucu deh. Alhamdulillah, Bapak seneng lho kalo kamu pagi merengek-rengek minta sekolah sampai nangis. Bingung cari sepatu, topi dan tas perlengkapan pipis. Alhamdulillah, kamu sudah pintar sekarang. Pintar doa sampai bapak-ibu saja belajar sama kamu. Tambah pinter ya dik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: